Lummy Ticket
Overview
Berawal dari frustrasiku sendiri dengan calo tiket konser, Lummy adalah platform tiket terdesentralisasi berbasis NFT yang dibangun di blockchain Lisk untuk mengatasi masalah scalping tiket yang kronis di Indonesia. Aturan anti-scalping ditegakkan langsung di smart contract, bukan sebagai kebijakan off-chain. Memimpin proyek end-to-end sebagai CTO dengan tim 4 orang, lulus dari Lisk Spark Incubator dengan grant USD 4.600, dan meraih Top 5 + Social Media Challenge di Lisk Builders Challenge Round One.
Tech Stack
- Solidity + Foundry untuk smart contract pakai EIP-2535 Diamond Pattern (upgradeable, modular)
- Next.js + TypeScript untuk web app (dashboard organizer, storefront customer, scanner staff)
- TailwindCSS untuk styling
- viem + wagmi untuk interaksi wallet dan contract
- Lisk L2 sebagai chain deployment (kompatibel Ethereum, gas fee murah)
- IPFS via Pinata untuk artwork NFT dan metadata
Features
- NFT Ticket Minting. Tiap event men-deploy contract tiketnya sendiri (ERC-721 + ERC-5192 soulbound), jadi supply-nya sepenuhnya auditable di on-chain.
- Anti-Scalping Smart Contracts. Batas harga resale, royalti wajib ke organizer, dan soulbound lock mencegah markup scalper di level protokol.
- Marketplace. Resale terkontrol dengan price ceiling yang ditegakkan di kode immutable; split royalti antara organizer dan platform.
- Staff Scanner & Check-in. QR scanner mobile-first menandai tiket sebagai USED dengan audit log on-chain untuk mencegah entry ganda.
- Organizer Dashboard. Bikin event, atur tier dan harga, deploy contract, dan track penjualan plus analitik check-in.
- Escrow & Revenue Distribution. Escrow per-event menahan dana sampai event selesai, lalu auto-distribusi ke organizer dan platform.
Challenges & Solutions
Upgradability tanpa merusak event yang sudah ter-deploy. Contract standar tidak bisa di-patch setelah deployment. Diatasi pakai Diamond Pattern (EIP-2535) dengan 5 facet (Ticket, Marketplace, Escrow, Staff, Admin) sehingga logic bisa di-upgrade tanpa perlu redeploy atau migrasi tiket yang sudah ada.
Supply yang auditable untuk penjualan yang fair. Inventory yang disembunyikan membuka peluang scalping. Lewat factory pattern, clone per-event membuat max supply tiap tier kelihatan on-chain dan menghilangkan stock dump dari orang dalam.
Mencegah loophole resale scalper. Aturan off-chain gampang dibypass. Logic resale ditaruh di smart contract itu sendiri: price cap, split royalti, dan soulbound lock ditegakkan sebelum transfer apa pun berhasil.
Test coverage kelas produksi. Bug di sistem ticketing artinya revenue hilang dan customer marah. Foundry test suite mencapai 100% line dan branch coverage di seluruh facet, dijalankan tiap commit.
Tekanan waktu selama incubator. Lisk Spark Incubator menetapkan timeline ketat untuk ship MVP yang berfungsi. Scope dipangkas habis ke flow inti (mint, resell, check-in) dan dikirim tepat waktu.
Lessons Learned
- Desain smart contract itu desain produk. Aturan anti-scalping yang baked ke kode immutable mengalahkan sistem berbasis kebijakan apa pun.
- Diamond Pattern layak dengan kompleksitasnya untuk produk yang akan terus berevolusi. Facet upgradeable bikin bisa ship logic inti dulu lalu extend tanpa migrasi.
- Incubator itu forcing function buat shipping. Milestone Lisk Spark mengubah hobby project jadi produk yang fundable.
- State on-chain yang auditable adalah fitur, bukan side effect. Menunjukkan supply jadi selling point kuat ke organizer yang lelah dengan resale black market.